Bude Karwo: Kader PPK Wajib Beri Perhatian Keluarga Pra Sejahtera

SURABAYAONLINE.CO – Ketua Tim Penggerak PKK Jatim Ny Nina Soekarwo M.Si minta Kader PKK kabupaten/kota wajib memberi perhatian lebih bagi keluarga Pra Sejahtera. Bentuk perhatian tersebut direalisasikannya pada Pokja III yang mencakup masalah sandang, pangan dan papan.

Hal tersebut disampaikannya pada saat membuka Pelaksanaan Orientasi Pemanfaatan Pekarangan (Hatinya PKK) dalam rapat koordinasi Orientasi Pemanfaatan Pekarangan (Hatinya PKK) untuk peningkan Jatim di Kantor TP PKK Jatim, Jl Gayung Kebonsari 56, Senin (26/9/2016).

Ia mengatakan, dalam memberikan perhatian kepada masyarakat PKK Jatim bersama kader pangan, sandang dan rumah sehat mensinergikan programnya dengan menggandeng Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jatim guna mengawasi peredaran makanan dan minuman berbahaya serta beracun yang ada.
“Banyak masyarakat yang terkadang kurang mengetahui bahwa di dalam makanan dan minuman yang beredar di masyarakat ada yang berbahaya.

Maka, melalui kegiatan ini masyarakat dapat mengetahui informasi melalui kader-kader PKK yang ada di daerah barang, maupun makanan dan minuman yang berbahaya jika di konsumsi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bude Karwo sapaan akrabnya juga menjelaskan bahwa sandang atau kebutuhan akan pakaian oleh masyarakat harus sesuai motto mencintai produk asli Indonesia. Masyarakat harus mencintai produk asli Indonesia. Hal tersebut bertujuan agar daya saing produk dari masyarakat bisa meningkat.

Tak hanya itu, Bude Karwo juga memberi perhatian kepada keluarga pra sejahtera terkait papan atau kebutuhan rumah tinggal. PKK bersama Pemprov Jatim dan TNI telah berupaya untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Saat ini, RTLH di Jatim telah terbangun sekitar 100.000 RTLH.

Pelaksanaan Rumah Layak Huni Bagi Keluarga Pra Sejahtera, hendaknya terus melaksanakan sosialisasi atau penyuluhan tentang perumahan sehat dan layak huni. “Banyak indikator yang harus diketahui oleh para kader PKK di daerah, mana saja yang dikategorikan sebagai rumah layak huni khususnya kepada keluarga pra sejahtera.

Kader PKK di kabupaten/kota harus memahami tentang kebersihan atau sanitasi hingga peletakan jamban yang kurang tepat. Kurangnya pemahaman akan santisi dan peletakan jamban yang kurang tepat berdampak bagi timbulnya penyakit disebabkan kurangnya menjaga lingkungan dan kebersihan rumah,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan pemanfaatan lahan pekarangan yang ada di rumah dengan tagline Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK ini, Bude Karwo meminta kader PKK berisinergi dengan UMKM yang sudah memiliki produk unggulan.

Pemanfaatan lahan pekarangan yang ada juga harus diimbangi dengan pengelolaan sampah terpadu. Mereka harus membentuk Bank Sampah sehingga terdapat nilai tambah sehingga Kader-kader PKK di Jatim dapat mengoptimalkan pekarangan rumah guna menambah pendapatan keluarga sekaligus bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan keluarga
Secara khusus, Bude Karwo berharap kepada POKJA III untuk lebih memperhatikan diversifikasi program hatinya PKK.

Pokja III harus mampu mengintegrasi program Hatinya PKK dengan pengelolaan sampah rumah tangga. Hal ini diharapkan terjadinya sibiosis mutualisme (saling menguntungkan) dan tentunya dapat meningkatkan pendapatan keluarga melalui kegiatan manajemen bank sampah.

Kegiatan selanjutnya, Bude Karwo berharap kepada kader PKK untuk meningkatan nilai tambah produk Hatinya PKK melalui inovasi teknologi pasca panen maupun pengolahan hasil panen.

“Pak Gubernur selalu berpesan agar menjual kripik pisang jangan menjual pisangnya. Artinya, ada nilai tambah produk yang dihasilkan. Jangan menjual barang mentah, tapi diolah terlebih dahulu agar memperoleh hasil yang maksimal,” imbuhnya.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Pokja III Dra. Gardjati Heru Tjahjono mengatakan, tujuan dilaksanakannya Kader ini yakni untuk meningkatkan pemahamam kader PKK dalam pemahaman perumahan sehat dan layak huni serta pemanfaatan pekarangan melalui Hatinya PKK.

Ia menambahkan, kader PKK diharapkan mampu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang tata laksana rumah tangga dalam mengharmoniskan dan membahagiakan kehidupan keluarga.

Pada Rapat Koordinasi ini diikuti sebanyak 185 orang kader yang terdiri dari Kader Pangan 38 orang, kader sandang 38 orang, kader rumah sehat 76 orang, narasumber dan panitia sebanyak 33 orang. (Humas Setdaprov)