Pertahankan Koperasi dan UMKM Sebagai Benteng Perekonomian Jatim

SURABAYAONLINE.CO-Jawa Timur tetap membangun dan mempertahankan keberadaan Koperasi dan UMKM untuk dijadikan sebagai alat untuk kekuatan dan mempertahankan serta benteng perekonomian Jatim di tengah – tengah Liberalisme ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Drs. H. Saifullah Yusuf saat memberikan pengarahan pada acara pembukaan Sosialisasi Pembinaan Keuangan Mikro Koperasi Wanita dalam rangka mendukung Program Inklusi Keuangan di Jatim, bertempat di pendopo Kabupaten Jember, Selasa (20/9).

Dikatakan, mengapa koperasi wanita (Kopwan) yang dipilih untuk dijadikan pilot project atau diberi bantuan? Sebab, wanita atau perempuan begitu lahir sudah dicetak menjadi akuntan, karena perempuan itu Ulet, Teliti, Jujur dan hemat serta perempuan itu lebih Istiqomah dan fleksibel

“Inilah modal kita sebagai bangsa Indonesia, uang yang kita miliki harus diputar dan diberdayakan dirumah sendiri. Maksudnya, dibuat usaha disini sebagai kekuatan dan ketahanan ekonomi Jawa Timur. Kenapa, sebab bila uang diputar disini maka keuntungan yang diperolehpun masuk ke kas daerah untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. Itulah yang dimaksud dengan Koperasi dan UMKM sebagai benteng dan kekuatan perekonomian Jatim,” jelasnya.

Menurut Gus Ipul panggilan akrap Saifullah Yusuf, selain Koperasi adalah sebagai Soko Guru atau pilar kerjasama bagi penggerak dan pembangunan ekonomi Jatim, Koperasi juga dijadikan benteng dan kebanggaan yang harus dibela serta dibantu oleh pemerintah.

Dan Kopwan yang dipilih oleh program pemberdayaan ekonomi pemprop Jatim, karena perempuan selalu tabah dan kuat dalam segala hal atau gelombang. Sebab dampak keberadaan perempuan dalam keluarga sangat besar. “Seabagai contoh, kalau dalam keluarga itu satu orang yang sakit itu ibu, maka semuanya ikut sakit. Tapi kalau perempuan ( Ibu) itu sehat atau sejahtera maka bisa dipastikan semua keluarga itu akan sehat dan sejahtera,” terang Gus Ipul.

Untuk itu, lanjutnya, agar keberadaan Koperasi dan UMKM di Jatim bisa terus jaya dan berkembang baik, maka ada beberapa kelemahan atau permasalahan yang harus diperbaiki. Antara lain; masalah kualitas SDM yang harus ditingkatkan, masalah kepercayaan dan masalah pengelolaan atau management serta kemampuan itu harus benar-benar diperhatikan dan terus ditingkatkan.

Salah satunya, agar koperasi dan UMKM bisa berkembang dan mengikuti pasar maka yang harus dilakukan oleh SDM Koperasi dan UMKM adalah melek dan faham akan Informasi tehnologi (IT). Karena dengan IT, maka koperasi bisa dengan mudah dikembangkan atau ditingkatkan usahanya.
“Sampai saat jumlah Koperasi di Jatim sebanyak 6 Juta lebih ini mampu menyumbang PDRB Jatim sebesar 54 % dari total PDRB Jatim sebesar 1.700 trilyun,” kataGus Ipul.

Sebelum memberikan sambutan, Wagub Jatim berkenan menyerahkan bantuan kredit Linkade Program Bank Jatim dan Program Loan Agreatmen :Prop. Jatim, masing-masing kepada Kopegtel Camar Telkom sebesar Rp 6 miliar,Koperasi PTPN XI PG Semboro sebesar Rp 3 miliar, Koperasi RSUD Balung sebesar Rp. 2,7 miliar, Masrikah UMKM Sale Pisang Dan Bolu sebesar Rp 50 juta, dan Eti Sumarisi industri batu piring Rp 25 Juta serta Siti badriyahy usaha Keriping Pisang sebesar Rp 25 juta.

Dalam kesempatan itu Kadiskop dan UMKM Prop Jatim, I Made Subrata melaporkan, program sosialisasi seperti ini telah dilakukan sejak tahun 2013 di Surabaya, tahun 2014 di Sidoarjo dan tahun 2015 dilakukan di Lamongan, Pasuruan, Jombang dan Sumenep. Sedang untuk tahun 2016 ihni dilaksanakan di Jember dengan diikuti oleh 10 Kab/kota antara lain, Kab. Ember, Bondowoso, Situbondo,Probolinggo, Lumkajang dan Ngawi serta bulan depan ( Oktober) nanti di Sampang.(Humas Pemprop. Jatim/ Dilla, Bram)