Menikah Muda Karena Hamil Duluan di Gresik Dilaporkan Meningkat

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Jumlah pernikahan paksa, akibat hamil lebih dahulu di usia muda yang terjadi di wilayah Kabupaten Gresik mengkhawatirkan. Pasalnya, jumlahnya diperkirakan terus meningkat. Tahun lalu, jumlah pasangan muda dibawah umur ada 48 orang akibat mengandung diluar pernikahan.

Kasie Bimas Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Gresik, Zaini mengatakan, berdasarkan laporan yang masuk. Rata-rata yang melangsungkan pernikahan muda berusia antara 15 tahun untuk yang perempuan. Sedangkan laki-laki berusia 18 tahun.

“Sesuai Undang-Undang nomor 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Usia perkawinan untuk perempuan 16 tahun, dan laki-laki 19 tahun. Karena prosesnya melanggar maka pengajuan dilakukan melalui Pengadilan Agama,” katanya, Selasa (23/08/2016).

Ia menambahkan, tahun ini mulai Januari hingga Juni 2016 dengan kasus yang sama yang dilaporkan ke KUA ada tiga pasangan yang berasal dari Kecamatan Gresik.

“Tiga orang itu yang perempuan berusia 15 tahun dan laki-laki 18 tahun,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, secara terpisah Pengamat Sosial dan Budaya Gresik, Krisadji menuturkan, meningkatnya pernikahan usia muda karena dipaksakan akibat perubahan jaman yang tidak bisa dilawan, tetapi masih bisa dicegah.

“Alibat perubahan berimbas pada pergeseran nilai agama, moral, dan budaya,” ungkapnya.

Masih menurut Krisadji, pengaruh yang paling kuat adalah kemudahan dalam mengakses dunia maya (internet). Sebab, di dunia itu tidak bisa mencegah antara orang dewasa dan anak-anak. Yang bisa hanya peran serta orang tua dan lingkungan. Termasuk agama melalui peran ulama.

Sekretaris Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Gresik (KBPP) Gresik Miftahul Huda mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi plus minus perkawinan di usia muda.

“Sosialisasi sudah kami lakukan melalui kader di tiap desa menyangkut pendewasaan usia perkawinan (PUP), yang menjadi program KBPP Gresik,” tandasnya. (beritajatim.com)