Mensos Luncurkan Mobil Anti Galau dan Sosialiasikan Kartu ‘Sakti’ untuk Entas Kemiskinan

SURABAYAONLINE.CO – Kementerian Sosial (Kemensos) me-launching mobil anti-galau disela Car Free Day (CFD) Jalan Darmo, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (14/8/2016). Surabaya menjadi kota ke-tujuh yang menjalankan program Kemensos ini.

Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa hadir dalam launching ini. Begitu pula pejabat Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, dan pejabat Bank Jatim.

Jatim mendapat dua mobil untuk menjalankan program ini. Meskipun bernama mobil anti-galau, program ini tidak hanya terpatok pada dua mobil tersebut.

“Mobil anti-galau adalah tempat curhat. Jadi bisa dibuka di kantor atau tempat keramaian lain,” kata Khofifah.

Mobil anti-galau di CFD Jalan Darmo tetap akan dioperasikan. Jadi warga bisa memanfaatkan pelayanan mobil anti-galau sambil jalan-jalan di CFD.

Dia memastikan mobil anti-galau tidak akan dibuka di perkampungan. Sebab, warga yang galau pasti tidak mau kegalauannya diketahui warga lain. Khofifah menjamin kerahasiaan warga yang konsultasi atau menyampaikan informasi di mobil anti-galau.

Menurutnya, banyak pemicu kegalauan. Kecanduan narkoba, free sex, dan sebagainya bisa menyebabkan kegalauan. Kegalauan itu bisa dikonsultasikan di mobil anti-galau tersebut.

Dalam kasus tertentu, kegalauan tidak bisa hanya diselesaikan melalui konsultasi. Biasanya butuh penanganan lebih lanjut. “Kalau perlu rujukan, konsultan akan memberi saran tempat rujukannya,” tambahnya.

Terobosan Kemensos
Dalam kunjungannya, perempuan kelahiran Surabaya tersebut menyampaikan beberapa terobosan yang dilakukan oleh Kemensos, yang antara lain adalah penyatuan kartu-kartu bantuan sosial (Bansos) yang meliputi Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Satu kartu hasil penyatuan tersebut, nantinya bisa dipergunakan masyarakat untuk mengakses seluruh bantuan sosial yang disediakan oleh pemerintah. Kartu itu, juga dapat digunakan pada E-Warung yang dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama Program Keluarga Harapan (Kube PKH).

“Selain itu, karena melibatkan empat bank berstatus BUMN (Badan Usaha Milik Negara), maka penerbitan kartu ini sifatnya zero cost alias tidak ada biaya sedikitpun dari APBN. Dengan keterlibatan empat bank BUMN itu juga, kami harapkan penyalurannya nanti lebih efisien dan tepat sasaran,” urainya.

Menteri yang juga alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Airlangga tersebut juga menjelaskan mengenai program Mobil Anti Galau yang pagi sebelumnya diluncurkannya di kawasan Taman Bungkul, Surabaya.

Dijelaskan Khofifah, Mobil Anti Galau tersebut diadakan untuk memberikan tips bagi para orang tua dalam menangani kecenderungan penyimpangan perilaku anak.

Di mobil tersebut, telah disiagakan konselor-konselor berpengalaman yang bisa diajak untuk bertukar pikiran oleh masyarakat.

“Masyarakat bisa berkonsultasi mengenai permasalahan-permasalahan yang dihadapi anak. Misalnya yang menyangkut penyalahgunaan narkoba atau kenakalan remaja. Konsultasinya gratis,” sebut dia.

Sementara ini, Mobil Anti Galau di Surabaya baru dioperasikan setiap Minggu, di ajang Car Free Day. Namun nantinya wahana ini akan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk memberi layanan kepada masyarakat.

“Mobil Anti Galau ini hanya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus untuk mencegah peningkatan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Untuk mereka yang sudah terjebak pada narkoba, ada 160 IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) yang melayani. Dengan melapor ke IPWL, pengguna narkoba akan diarahkan untuk direhabilitasi,” pungkas Khofifah.