Pasca Tewasnya Anggota Kopassus Asal Ponorogo, TNI Deklarasikan Perang dengan Geng Motor

SURABAYAONLINE.CO – Paska tewasnya seorang anggota TNI AD akibat ditusuk kawanan geng motor, di Jalan Rajawali, Bandung, beberapa waktu lalu, membuat TNI mendeklarasikan ‘perang’ terhadap kelompok geng motor yang dinilai brutal.

Seperti diberitakan jakartagreater.com Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Hadi Prasojo memerintahkan anak buahnya untuk memburu anggota geng motor yang telah menusuk Pratu Galang. Dia juga memerintahkan, tembak di tempat jika anggotanya mendapati anggota geng motor yang brutal.

“Dalam artian kita tembak atau lumpuhkan. Tapi bukan kepala, melainkan kaki atau badan ya,” tegasnya di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (23/6/2016).

Perintah serupa juga dikeluarkan Dandim 0607 Sukabumi Letkol (Arm) Syaifu, dia memerintahkan kepada anak buahnya untuk tembak di tempat kepada anggota geng motor.

Dia menambahkan, sikap tegas TNI bukan untuk menakut-nakuti atau meneror masyarakat, tetapi lebih kepada pembinaan khususnya untuk anggota geng motor agar tidak melakukan aksi brutal. (*)

17 thoughts on “Pasca Tewasnya Anggota Kopassus Asal Ponorogo, TNI Deklarasikan Perang dengan Geng Motor

  • 26/06/2016 at 01:29
    Permalink

    Menurut hematnya..
    Tidak usah pake tembak. Terlalu mahal jk peluru itu dipake nembaki para begundal “geng motor”.
    Cukup digebuki sampek klenger..
    Spy bisa menjadi peringatan keras bwt begundal2 “geng motor”.
    Tidak perlu repot NDAN… sy juga siap bwt kasih pelajaran.

  • 26/06/2016 at 19:10
    Permalink

    Di ambil motornya aja, di ganti kuda lumping… Kan asik..di ganti nama Geng kuda lumping

  • 26/06/2016 at 22:21
    Permalink

    Tp jangan artikan sama antara GENG MOTOR dgn CLUB MOTOR…

    • 27/06/2016 at 20:31
      Permalink

      Sama saja mau klub motor mau genk motor klo sudah dijalan bikin ulahnya sama saka gak ada bedanya.

  • 27/06/2016 at 08:05
    Permalink

    Jabut kuncinnya dulu. Suruh dorong keliling kota. Biar di hapal wajahnya… wkwkwkwk…

  • 27/06/2016 at 10:19
    Permalink

    Saya siap membantu ndan, lanjutkan

  • 27/06/2016 at 10:27
    Permalink

    Supaya gak lucu, masak negara kalah dg brandalan

  • 27/06/2016 at 22:40
    Permalink

    Kalau aku setuju ditembak ditempat..kalau cuma digebukin terus dipenjara mereka tidak akan kapok malah akan menjadi jadi…kalau ditembak kalau gak kapok lumayan ngurangin sampah masyarakat dan mengurangi kegetiran masyarakat akan ulah geng motor

  • 28/06/2016 at 03:22
    Permalink

    Bakal mati tu yang nusuk…gak ingat ya kejadian penjara cebongan…jiwa korsa TNI kuat bung…hehehe…bukannya nakutin tapi ada sebab ada akibat jika menanam hasilnya kamu tuai…

  • 29/06/2016 at 00:39
    Permalink

    Gak seru kalo cuman lokal doang!!!

    Bikin dong gerakan serentak di seluruh Indonesia untuk BASMI semua geng dan anggota geng yang suka bikin onar.

    Kan mereka melanggar hukum jadi gak perlu kasian, langsung tegakkan hukum dan keadilan. Kan hukum itu juga ketika dibuat ada pertimbangan rasa kasih tapi tanpa mengabaikan keadilan dan ketentraman.

  • 29/06/2016 at 06:20
    Permalink

    Kok cuma dilumpuhin ndan..
    Sudah tembak mati aja..

  • 17/07/2016 at 00:04
    Permalink

    Bravo BARET MERAH ….. uda habisin tu geng motor…..Pasukan Elit ini loe tikam….keterlaluan….sy dukung tembak ditempat geng motor kalo perlu bakar sekalian orang dg motorx…..Bravo TNI

  • 05/08/2016 at 09:31
    Permalink

    SIP………maju terus TNI…..biar kapok tuh berandalan geng motor, begal…

  • 21/10/2016 at 12:43
    Permalink

    mana buktinya???!!!buktikan”!!!!tembak saja ditempat!!!!kriminalitas dari geng motor sangat tinggi…..jangan cuma omongan saja!!!!!sudah banyak korbannya….masyarakat udh muak dengan janji2 penguasa!!!!

Comments are closed.