Setahun Tersangka, Ketua Asosiasi Kulit Magetan Akhirnya Ditahan

SURABAYAONLINE.CO – Setelah setahun menyandang status tersangka, Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan akhirnya menahan M Yusuf Ashari, Ketua Perajin Kulit Kabupaten Magetan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II setempat, Rabu (11/5/2016) siang. Dia ditahan atas kasus pengadaan sepatu seragam Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan tahun 2014 lalu.

Seperti dilansir adakitanews.com, saat dilakukan pemeriksaan di Kejari Magetan, sebelum digelandang ke sel tahanan Rutan Magetan, M Yusuf Ashari warga Jalan Merapi 5A, didampingi penasihat hukumnya (PH), Arif Purwanto. Terdakwa Yusuf Ashari sempat adu mulut dengan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Achmad Taufik Hidayat di ruang Kasi Pidsus.

Namun, adu mulut antara M Yusuf Ashari dan Kasi Pidsus itu tidak berlangsung lama, setelah dijelaskan Kasi Pidsus terkait penahanannya. Akhirnya, terdakwa bisa memahami dan memaklumi terkait penahanannya. M Yusuf Ashari diperiksa di ruang Pidsus Kejari Magetan mulai Rabu (11/05/2016) pukul 08.00 WIB dan selesai sekitar pukul 14.35 WIB.

Kasi Pidsus, Achmad Taufik Hidayat mengatakan dijebloskannya M Yusuf Ashari bukan akhir dari kasus mark-up pengadaan sepatu seragam PNS Pemkab Magetan.

Pasalnya, Kejari masih terus mengembangkan penyelidikan dan penyidikan kasus ini hingga terungkap aktor utamanya. “Kami tidak akan berhenti sebelum aktor utamanya terungkap. Tidak mungkin pengusaha bisa jalan sendiri masuk ke Pemkab Magetan tanpa ada izin atau dituntun pejabat di birokrat,” tandasnya.

Ia mengatakan alasan penahanan terdakwa sesuai pasal 21 KUHAP, dikhawatirkan terdakwa melarikan diri dan mengubah tempat kejadian atau mengulangi tindak pidana. Nilai kerugian negara, akibat perbuatan dugaan mark-up seragam sepatu PNS Pemkab Magetan itu untuk hitungan sementara mencapai Rp 130 juta lebih. “Hitungan kasar bisa mencapai Rp 300 juta, saya yakin pasti ada tersangka lain mengikuti dia,” ujarnya.

Terpisah, Arief Purwanto mengatakan akan lakukan upaya penangguhan penahan kiennya. Pasalnya, selama menyandang status tersangka, kliennya tidak melarikan diri dan koopertif.

“Kami secepatnya akan lakukan itu. Selanjutnya, kami minta kepada penyidik agar bisa dikembangkan, untuk mencari aktor sebenarnya. Kami yakin, klien saya melakukan perbuatan itu karena ada bantuan dari pihak lain,” jelasnya.