Mensos Khofifah Minta agar Wajah Pelaku Pemerkosaan Dipublikasikan

SURABAYAONLINE.CO – Khofifah Indar Parawansa Menteri Sosial mengatakan saatnya ada hukuman sosial bagi pelaku pemerkosaan terhadap anak, misalnya dengan mempublikasikan foto pelaku kepada khalayak.

“Saya pernah menyampaikan sebelumnya dan hal ini sudah dilakukan di berbagai negara. Foto wajah pelaku harus dipublish, termasuk di media sosial,” kata Mensos saat di Gorontalo, Rabu (4/5/2016).

Menurutnya hukuman sosial seperti itu akan menjerakan banyak pelaku, sekaligus mencegah terjadinya pemerkosaan terhadap anak-anak di Indonesia.

“Jika pelaku akan melakukan lagi hal yang sama, dia akan berpikir lagi karena bukan hanya dia yang menanggung malu tapi juga seluruh kerabat dan keluarganya. Social punishment ini berat bagi pelaku,” ujarnya.

Selain itu, juga bisa dilakukan dengan hukum kebiri. Di beberapa negara, lanjutnya, kebiri dilakukan dengan mengoleskan zat kimia untuk mengurangi hasrat seksual para pelaku tersebut.

Zat kimia tersebut memiliki masa berlaku yang bervariasi 10 hingga 20 tahun, sehingga dianggap efektif untuk menekan jumlah pemerkosaan terhadap anak.

“Ini tidak hanya menjerakan pelaku, tapi kelak mereka selesai menjalani hukuman tidak menjadi residivis,” tambahnya.

Ia menyebut sejak Februari 2015, dirinya menyatakan Indonesia sudah darurat kekerasan anak.

Namun, kata dia, saat itu banyak yang memberikan tanggapan bahwa pernyataan dirinya tersebut berlebihan.

“Dibilang ah lebay. Tapi ketika kita menemukan kasus Angelina, kita memperbincangkan kembali masalah ini. Demikian pula saat terjadi kasus Ananda dan Yuyun, dibahas lagi. Jadi sebetulnya kita sedang tidak serius untuk melindungi anak-anak bangsa,” tandasnya seperti dikutip Antara.

One thought on “Mensos Khofifah Minta agar Wajah Pelaku Pemerkosaan Dipublikasikan

  • 06/05/2016 at 12:02
    Permalink

    Yang nyata dampak psikologis dr kejadian ini, jutaan IBU Indonesia bahkan dunia tak dapat lg tidur nyenyak, gelisah, cemas, jantung berdebar, panas dingin setiap ingat putrinya yg masih di jalan, entah diperjalanan pergi dan pulang sekolah atau berkegiatan diluar rumah. Terlebih bagi yang putri-nya menuntut ilmu di kota” lain spt saya. Saya menangis setiap kali membayangkan kejadian yg dialami Alm.YUYUN.
    Rasanya ingin saya tarik pulang semua putri saya, biarlah mereka aman dalam dekapan saya atau bilik mereka.
    Sepertinya tak ada lagi tempat aman di sudut negeri ini. Yang namanya LELAKI…entah itu teman, tetangga bahkan keluarga pun bisa jadi ancaman mengerikan buat kami yg bernama PEREMPUAN.

Comments are closed.