Bupati Ponorogo Kirim Surat ke Presiden Minta Memaafkan Narapidana Kasus Korupsi dengan Cara Memberikan hak Pensiun

SURABAYAONLINE.CO – Kasus korupsi yang ada di Kota Ponorogo, sebagaian besar menyeret para pejabat pemerintahan. Hal ini sangat mendapat perhatian besar daripada masyarakat, namun para koruptor ini justru dimintakan oleh Bupati Ponorogo untuk dimaafkan.

Seperti diberitakan pojokpitu.com, kasus DAK di Dinas Pendidikan Ponorogo beberapa waktu yang lalu sudah menetapkan 8 tersangka yang sebagian besar adalah para pejabat pemerintah. Bahkan mantan wakil bupati Ponorogo juga dinyatakan terlibat.

Melalui konferensi persnya, Bupati Ponorogo Ipong Muclissoni mengirim surat kepada Presiden dan Mendagri untuk memaafkan para mantan narapidana kasus korupsi, dengan cara memberikan hak pensiunnya dan memberhentikannya secara terhormat.

Apa yang dilakukan oleh Bupati Ipong ini bukan tanpa alasan. Dirinya mengatakan, bahwa kalau secara aturan, mereka ini tidak mendapat hak atas pensiun, namun secara kemanusiaan mereka pantas untuk dimaafkan .

Seperti diberitakan pojokpitu.com, tidak semua para tersangka korupsi ini dimintakan untuk dimaafkan. Hanya dua orang saja, yaitu mantan Kepala Dinas Pendidikan Supeno dan mantan Kepala Bakesbang Yusuf Pribadi , sedangkan yang lainnya tidak, karena cukup dengan kebijakan dan keputusan dirinya saja.

Namun permohonan yang dilakukan oleh Bupati Ponorogo tersebut, tergantung oleh keputusan Presiden maupun Mendagri , apakah surat tersebut bakal disetujui atau tidak. Bupati hanya melaksanakannya.(*)

14 thoughts on “Bupati Ponorogo Kirim Surat ke Presiden Minta Memaafkan Narapidana Kasus Korupsi dengan Cara Memberikan hak Pensiun

  • 01/05/2016 at 16:07
    Permalink

    Perlu tahu dulu apa alasan pak Ipong meminta Presiden memaafkan kedua orang itu

  • 02/05/2016 at 12:34
    Permalink

    Q GAK SETUJU PAK…BERLAKUKAN HUKUM YANG ADA

  • 03/05/2016 at 07:46
    Permalink

    Bener gak sih berita ini

  • 08/05/2016 at 10:34
    Permalink

    Kalau berita ini benar, tindakan pak bupati adalah sangat tidak bijaksana. Pelanggar hukum harus ditindak sesuai peraturan. Siapapun orangnya, tanpa pandang jabatan.

  • 13/05/2016 at 11:06
    Permalink

    Berita ini benarkah? Mau jadi apa negara kita jika smua kesalahan harus dimaafkan dan mendapatkan yang bukan haknya kembali. Uang pensiun yang diberikan itu UANG RAKYAT. DAN beliay sudah memakan uang rakyat masih pantaskah mendapatkan uang pensiun??

  • 15/05/2016 at 22:53
    Permalink

    wah,, kalau d setujui oleh Presiden banyak pejabat trus melakukan korupsi habis tuh minta maaf, minta pesiun, lalu bisa santai dong menikmati hasil korupsi dan dana pensiun nya,,, gawat!!!

  • 18/05/2016 at 22:23
    Permalink

    Ini kayaknya bupati ini ikut merasakan nikmatnya uang korup’ jd dia berpkr seperti itu.

  • 19/05/2016 at 09:39
    Permalink

    Kalau setip koruptor di kasih pensiun,,,,maka akan semakin tambah rusak negara ini,pak bupati ini gimana sich malah membela koruptorr,,,,,,

  • 29/05/2016 at 20:48
    Permalink

    Pak Bupati yg terhormat……. klo permohonan anda dikabulkan, apakah tidak memicu iri hati para koruptor yg lain…? Mohon anda berpikir yg global, meintakan ampunan pd seorang ( pemakan darah, pemeras keringat rakyat) Tolong ralat dan tarik permintaan anda. ……. anda harus berpemikiran global….. bukan hanya PONOROGO.

  • 30/06/2016 at 22:36
    Permalink

    Ki beritane bener ora pak.. ? Kami ini orang biasa pak, ojo asal maafne ae sing salah. Wis ngerti salah kok yo sik ttp korupsi. La nek dimaafne, maling kae yo ojo dikunjoro pak. ZBL

  • 05/08/2016 at 15:29
    Permalink

    ealah pak pak.. banyak jalan di ponorogo pada rusak, kok ngGaya ngurusin masalah laen. Inget lho benerin jalan rusak termasuk janji kampanye kemaren.. ojo golek bathi wae

  • 05/08/2016 at 16:57
    Permalink

    Jadi pingin korupsi nih saya… pi apa yaaa yang dikorupsiii???

  • 24/10/2016 at 10:49
    Permalink

    Keputusane kok nyleneh….? Bupati ngurusi koruptor. Ono opo kwie. Atlit ponorogo wae gak diperhatikan blas.

Comments are closed.