Biaya Mengurus Sertifikat Tanah Hanya Rp50.000, Apa Sudah Dilaksanakan di Daerah Anda?

SURABAYAONLINE.CO, JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memberlakukan skema pengurusan sertifikat bagi perseorangan atau perusahaan melalui loket-loket BPN. Menurut Menteri ATR/BPN, dengan mengurus sendiri tanpa perwakilan atau bahkan calo, proses penerbitan sertifikat justru lebih mudah.

“Pertama, datang ke loket BPN, nanti diberi barcode atau PIN. Kalau ketemu si A, si B, ya kita susah (melacaknya),” ujar Ferry di Garut, Jawa Barat, Rabu (13/4/2016).

Ia menjelaskan, jika masyarakat mengurus sendiri ke loket BPN dan diminta membayar sejumlah dana, minta buktinya.

Pasalnya, seluruh besaran biaya layanan pertanahan telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 128 Tahun 2015 tentang Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

PP ini menjadi standar biaya yang ditetapkan untuk administrasi mengurus tanah, yaitu Rp 50.000.

Saat masyarakat sudah mendapatkan barcode atau PIN, seharusnya administrasi selesai maksimal tujuh hari. Jika pada hari ke-8 belum selesai, masyarakat bisa mengadukan kembali ke BPN.

“Kami bisa lacak dengan adanya barcode secara online. Makanya, kalau beli tanah, tanya BPN,” tutur Ferry.

Oknum BPN
Sementara itu, terkait adanya oknum BPN yang meminta sejumlah biaya di luar dari ketentuan yang berlaku, Ferry menegaskan akan memberikan sanksi.

Pemungutan dana di luar dari ketentuan ini, menurut dia, masuk dalam kategori korupsi dan harus segera ditindak.

Untuk itu, Ferry mengimbau masyarakat agar tidak lagi berpikir negatif soal BPN yang selalu memungut dana besar atau mengeluarkan sertifikat dalam waktu lama.

“Kalau kita terus-menerus berpikir BPN lama mengurusnya, itu ciri-ciri orang yang biasanya menghindari ke BPN. Kami tantang datang sendiri ke BPN, langsung dan jangan diwakili,” ucap Ferry. (kompas.com)

50 thoughts on “Biaya Mengurus Sertifikat Tanah Hanya Rp50.000, Apa Sudah Dilaksanakan di Daerah Anda?

  • 16/04/2016 at 15:29
    Permalink

    Akan saya buktikan cb hari senin apakah benar 50rb? Soalnya yg sdh sertipikat aja AJB aja 2,5jt kemaren dr desa, skr tgl balik nama sertipikat. Kl dr AJB yg belum sertipikat bayarnya apa. 50rb jg?

    • 16/04/2016 at 18:18
      Permalink

      MAsih Pak Di pejabat Kecamatan COMAL …… Saya Sudah Bayar 3 jt dan minta LAgi 1,51 jt itu belum buat Ongkos Jalan Oknum Pejabat Lurah Pecangakan Dan Staff Kecamatan Comal

      seandai tidak bayar masih di tahan surat surat kami ……..

  • 16/04/2016 at 22:41
    Permalink

    Ga terbukti nyatanya. Sy ngurus balik nama sertifikat tnh sluas 1,2ha biaya yg msuk sdh 9jt smp brjalan 6 bln blm jg kelar. Pertanahan lumajang dikit2 uang. Jadinya ruwet

  • 16/04/2016 at 22:57
    Permalink

    ah yang bener paaaaakkkk…..memang manis pak kalo cuma 50 ribu aja.tpi banyak “oknum ” bermain. pertanyaanya mengurus sertipikat dari peralihan ato pengakuan hak yang 50 ribu itu pak. di tempat saya mulai dari NOL sampai terbit sertipikat biaya total nyampe 4 sampai 5 juta. itu pun penerbitan bisa memakan waktu lama bisa sampai 7 sampai 12 bulan bayangkan,,,

    • 30/08/2016 at 18:57
      Permalink

      mboh2 meman negara kita ruwet

  • 17/04/2016 at 05:28
    Permalink

    Di sanga sanga ikut kab kukar pecah surat tanah 4.1jt pak kalau beli blanko nya y betul 50rb tapi bayar ukur lagi dan biaya lainnya total 4.1jt

  • 17/04/2016 at 08:24
    Permalink

    jangankan sertifikat ngurus AJB nya saja punya saya sudah 3 tahun dan sudah bayar lunas ini terjadi di jember , selalu alasan dari sekdesnya . bayangin buat AJB sudah Jutaan gimana sertifikat bisa 50 RB.

  • 17/04/2016 at 08:49
    Permalink

    Klw memang brlaku sprti itu. Mk pengawasan hrus diperketat sehingga oknum bs dicegah kasihan masyarakat ngurus tanahnya sendiri dg biaya selangit…

  • 17/04/2016 at 09:18
    Permalink

    Ini nih kl menterinya asal,turun dong ke kantor pertanahan.mana ada urus 50 rb biaya urus sertifikat pertanahan diseluruh indonesia,apalagi 8 hari selesai he2,ngaco.tolong di ganti menterinya pak jokowi

  • 17/04/2016 at 09:21
    Permalink

    Mudah2 an apa yg sdh di canangkan pa menteri bisa di jalankan para pegawai di daerah…
    Kalau bisa ada no tellp yg bisa di hubungi supaya kita bisa melapor pgwai yg lakukan pungli.

  • 17/04/2016 at 18:57
    Permalink

    pembohong………….. mau cari perhatian rakyat.

  • 17/04/2016 at 19:26
    Permalink

    Apa yg di disampaiakan p mentri itu cuman wacana realisasi nooo besar. Kalau memang ada keinginan seoerti itu saran kami, tolong informasi ini diumumkan di ktr desa/kelurahan dan ktr bupati/walikota dan, ktr gubernur dan pengumuman2 lainnya. kebanyakan pegawainya tidak mau ngasih tanda bukti pembayaran dg masyarakat/kwitansi. kalau terlambat penyelesaian sertifikat tlg buat kemana kami informasikan/ telp atau sms. kalau ini dilaksankan baru kami yakin Ktr Bpn telah laksanakan reformasi yg baik

  • 17/04/2016 at 19:40
    Permalink

    Trs knp dbrau kaltim sampai belasan juta pak,, katanx biaya ukur, biaya notaris, biaya blangko dll, itupun makn waktu sampai 5 bln trims

  • 17/04/2016 at 21:50
    Permalink

    apakah ini hanya sebatas wacana?. . . buktinya, kenapa tidak sinkron informasi dan pelaksanaanya mulai dari pejabat warga hingga pejabat yang berwenang dibidang tersebut.

    ide ini perlu disosialisikan kepublik segera mungkin.

    tapi salut buat ide tersebut. . . semoga dapat terealisasi dengan cepat dan baik. sehingga transparasi di instasi tersebut dapat dengan mudah di ketahui oleh warga banyak.

  • 17/04/2016 at 22:36
    Permalink

    Maaf aturan itu hanya berlaku untuk keluarga Menteri Pertanahan sj, masyarakat biasa jgn byk berharap ya

  • 18/04/2016 at 03:18
    Permalink

    Hadeeehh…aturan dan undang2 dr jaman kuda makan besi memang ga pernah salah…yg salah itu oknum nya..jika mereka salah kami g tau melapor kemana..? …BUPATI..? GUBERNUR..? ATAU POLISI…? JiKa aku tinggal di JAKARTA.gampang .tinggal datangi AHOK tuntassss…KALAU di medan.langkat…PREEEEEET

  • 18/04/2016 at 08:28
    Permalink

    Sebenarnya itu bya administrasi saja saat mendaftarkan berkas. Itupun sebenarnya tidak perlu biaya sebesar itu
    Praktek lapangan tidak semanis bibir Bapak menteri. Lain daerah lain pula tarif
    Muncul calo sedikit banyak karena memang pihak BPN yang menyebabkan
    Selama ini proses pengurusan surat di instansi ini sangat lama prosesnya. Dan berbelit2. Pihak instansi terkesan tidak mau meng edukasi masyarakat.
    Satu2 jalan masyrakat melirik jasa orang lain yg biasanya terkesan punya hubungan khusus dengan instansi pertanahan. Motivasi utama karena kpengen cepat jadi dan tidak lelah ngurus sendiri.
    Dalam kenyataan tidak demikian. Yang ada masyarakat di peras habis2an

  • 18/04/2016 at 08:28
    Permalink

    PakMenteri, enggak ngigau ya?
    Coba sidak di BPN kota Palembang, buktikan ucapan mu
    Kalau benar dg.50 ribu sudah beres dan hanya bbrp hari, kami angkat topi, tapi kalau tdk benar dan.masih ada biaya siluman……kami angkat pantat

  • 18/04/2016 at 17:47
    Permalink

    Smua prnyataan tdk ada yg di bls, mgkn mentrinya masih tidur atw lg jaln2 ke luar negri. Preeeth….

  • 18/04/2016 at 21:45
    Permalink

    Kan sudah dijelaskan oleh pak mentri..jdi toh klo ada yg ganjal dri para oknum,langsung sj komplain..print selembar saja..terus tunjukkan ke oknum nya…hehehehe

  • 18/04/2016 at 22:05
    Permalink

    Si bapak nih ngigau kale ya…
    Tolong deh pak bpk kelapangan aja…jgn hanya asal nguap…
    Turun donk pak k kota2 kecil dan tanya lgsg ma masyarakatnya…
    Piye jawab pe…;-(

  • 19/04/2016 at 14:02
    Permalink

    Bwt pak mentri saya bangga akan niat bpk.tpi sya harap bukan hanya niatan aja tpi juga di barengi dgn faktanya.trus bagaimana jika ternyata bnyak pungli mending jika cmn satu tapi semua ptgasnya mintain pungli.dr bwahn smpe atsannya dr berkas smpe ngkur tanah minta bayaran katanya administrasi.trus saya mau ngadu kemana.ke bpk langsung dateng ke kantor bapak mungkin gak????

  • 19/04/2016 at 18:38
    Permalink

    Yang 50 rebu itu pak menteri biaya photocopi, kalo biaya buat sertifikatnya masih tetap 3 jt an.

    • 26/06/2016 at 17:56
      Permalink

      betul betul betul….pak Mentri terlalu NGIBUL

  • 19/04/2016 at 23:23
    Permalink

    TAI KUCING…50.000 RB…NGURUS SENDIRI SEGITU SUSAHNYA….BPN MASIH NERIMA CALO YG BERMAIN….PA LG DAERAH BOGOR PNSNYA GAK ADA YG JELAS

  • 20/04/2016 at 19:22
    Permalink

    Saat pemerintah memberlakukan ketentuan harga / biaya pengurusan pembuatan sertipikat tanah, ajb, akte kelahiran, ktp,kk,surat nikah, surat izin mengemudi , siup, tdp dll daptar harga tersebut di pasang ditempat” umum sehingga tidak memberi kesempatan kepada petugas” yang korup

  • 23/04/2016 at 10:55
    Permalink

    Ayah saya dulu sudah bayar administrasi sampai tahap pengukuran. Juga sudah bayar.. lalu meninggal.. tahun kemudian saya teruskan ke bpn agar segera di ukur. Kepala bpn yg baru memanggil ke kantornya dan meminta semua berkasnya. Alasannya berdasarkan peraturan baru blablablah… harus mengulang pengurusan dari awal. Semua biaya hangus. Tengik gak tuh? Lagian ntar kl udah sertifikat pajaknya tambah edan edanan.. akhirnya gak tak terusin pengurusan sertifikatnya. BPN kota Malang sangat banyak kolusi dan pemerasan.

  • 06/05/2016 at 11:35
    Permalink

    Salam damai…
    Kami juga sama pak, Ada namanya sertifikat kolektif aka. PRONA, sudah 2 tahun lebih Dan samapi detuk ini pun belum selesai!!!

    Mohon ditelusuri Mengapa dan ini membuat kami lelah!!!!

    Lokasi diseluruh pesisir barat, khususnya Way Jambu.

    Hormat kami,

    Joko

  • 06/05/2016 at 12:04
    Permalink

    Oh bohong banget cuma 50 rb tuh tetangga mau ngurus tanah yg dibeli 1/2 tanah yg lama tu ngu4us sertifikatnya sdh habis 1,5 jt sdh 3 bln lebih nggak kelar kelar tlg sidak BPN baturaja p Mentri jg banyak bacot bae

  • 14/05/2016 at 18:33
    Permalink

    Bagus pak itu baru pro rakyat.. Tapi kalo memang kenyataanya tak seperti itu kita akan melaporkan ke KPK atau Kepolisian..dan bila tidak ada tindakan…..?

  • 18/05/2016 at 11:39
    Permalink

    pnya saya sudah keluar 2 jta untuk mengurus nya,,,dan sampai sekarang msh belum ada kelanjutan nya,sudah dua tahun lebih,..uang nya raib di makan tikus jalanan…

  • 20/05/2016 at 10:40
    Permalink

    tolong pak di beri nomer aduankalo benar rp 50,000 itu benar.
    A

  • 20/05/2016 at 11:12
    Permalink

    tolong pak di beri nomer aduankalo benar rp 50,000 itu benar.klo benar spt itu tk acung jempol 2, tdk ada yg namany pengurusan sertifikat d jombang murah…………….bisa-bisa 3,5 jt

    A

  • 28/05/2016 at 19:28
    Permalink

    wew.. omong kosong si menteri ini.. liat dr smua komenter di bawah, fakta nya ga ada satu pun warga negara yg emng percaya dgn omongan Bpk menteri ini. #omdo

  • 01/06/2016 at 19:25
    Permalink

    semoga di didaerah juga begitu dan jgn terlalu bertele- tele urus Sertifikat

  • 11/06/2016 at 11:21
    Permalink

    wah klu cm 50rb..trus saya bikin katanya habis 19jt untuk tanah 2tempat luas wilayah kurag lbh 4300m persegi.perangkat desa sudah minta 11jt..trus kemana uang itu.

  • 18/06/2016 at 21:22
    Permalink

    MAAF GAGAL PAHAM OM,TERIMAKASIH

  • 21/06/2016 at 09:58
    Permalink

    tolong pak diberi nomor aduan yang langsung tersambung dengan BPN Pusat, soalnya saya mengajukan pengurusan sertifikat tanah saya yang luasnya 600 M persegi sudah dua tahun belum selesai juga dengan berbagai alasan yang tidak jelas dan segala ketentuan yang diajukan sebagai syarat oleh BPN sudah kami penuhi termasuk segala biaya yang diminta, untuk diketahui bahwa lokasi pengajuan sertifikat tersebut di BPN Kota Kendari.. mohon tanggapan BPN pusat menanggapi masalah tersebut. Trims.

  • 21/06/2016 at 13:42
    Permalink

    haiooo..siapa yang pinterr..bikinkan dong surat terbuka untuk pak menteri dan sertakan tangapan” kt ini sebagai bukti di masing” daerah masih melakukan praktek pungli dengan cara meminta atau memeras masyarakat yg ingin mengurus sertifikat tananya..kt harus bersatuu..
    saya juga dari manado merasakan hal yg sama dgn bapak yg dari daerah lain ini..hayooo..tunggu apa lagi kita bongkar bersama oknum” pegawai BPN yg masih seperti tikus got..nyatakan mosi tidak percaya dgn aparatur pegawai BPN yg semena mena pd rakyat sendiri..Buat SURAT TERBUKA UNTUK PAK MENTERI
    kalau mmg benar adanya aturan itu pasti harus di ikuti ketingkat pelaksana di Bpn masing”..atau jangan” BPN adalah penjajaja baru baru di negara kita..jangan omdo pak menteri..umumkan sampai ke tingkat kecamatan dan kelurahan dong..

  • 22/06/2016 at 04:56
    Permalink

    BOHONG BESAR…
    OMONG BESAR….
    Saya tantang anda untuk datang ke Pekan Baru,RIAU kota…
    Jangan asal ngomong pak….????!
    Mau tau seberap besar uang yg harus dikeluarkan untuk pembiayaan sertifikat dan berapa lama sertifikat itu keluar…???
    MARI PAK, jln2 lah ke pekan baru,PAK….!!!

  • 22/06/2016 at 20:49
    Permalink

    Sebaiknya bapak mentri langsung turun ke kantor2 BPN yg ada di wilayah kabupaten dampingi pegawainya… Contoh presidenya yang langsung turun ke TKP biar tau kinerja pegawainya itu baru Mentri yang amanah …

  • 26/06/2016 at 10:50
    Permalink

    Pak Mentri yth. Pengurusan sertifikat Rp 50.000 itu untuk ngurus apa? Ngurus sertifikasi ? 1.Saya mau ngurus balik nama shm saja diminta rp 750.000 oleh petugas bpn nya sehingga saya pending… 2. Meroya saja di bpn kota bandung habis 60.000 dg rincian 10.000 beli formulir roya di koperasi bpn (formulir srt kuasa dan map) 50.000 biaya roya nya….3. Saya mau urus tanah untuk sertifikasi 1.400 mtr diminta 16juta….jadi msh belum sampai pak mentri dan belum terbukti ngurus sertifikat 50.000…4. Ngecek keabsahan mencocokan dg buku tanah yg ada di bpn saja diminta rp 100.000… kalau kita mintain kwitansi nya gak ngasih dan kalau kita gak kasih tidak dikerjakan…tolong dr pihak kementrian pertanahan harusnya ada yg mistery guest ke kantor bpn untuk controlnya..dmkn salam hormat wassalam

  • 26/06/2016 at 17:51
    Permalink

    PEMBUAL, mana ada ngurus sertifikat tanah…CATAT pak Menteri

  • 26/06/2016 at 17:53
    Permalink

    PEMBUAL, mana ada ngurus sertifikat tanah 50rb hahaha MIMPI…CATAT ya pak Menteri, jangan NGIBULIN masyarakat kecil

  • 30/06/2016 at 23:50
    Permalink

    hukum mati dulu para koruptor baru laksanakan peraturan itu, pak mentri hoax

  • 14/07/2016 at 08:43
    Permalink

    50 ribu Ndasmu Ngunu Pak Mentri….Iku juraganmu Suruh Blusukan Lg Biar Tau

  • 16/07/2016 at 08:06
    Permalink

    Ya bnar ud trbukti d dsaq.. Cma 50rb dpt sertfkat tanah..

  • 29/08/2016 at 22:35
    Permalink

    KALAU BELUM PUNYA PENGALAMAN JADI MENTRI! JANGAN DECH…..! Ngaco ngomongnya!

  • 20/10/2016 at 03:04
    Permalink

    kl bener 50 ribu orang2 seperti saya ini kaum yang ngak mampu/miskin/pas2san yang hanya punya tanah secuil,suratnya sudah pasti pada sertifikat semua,ngomong enteng cuman 50 ribu cepat kelar,blusukan sana n tanya sama masyarakat ngak mampu kenapa tanahnya kok tidak disertifikatkan,tak jamin jawabanya buat anda ngiler.

  • 18/11/2016 at 22:01
    Permalink

    maaf, alamat kantor BPN Surabaya dmana ya?
    sama prosedurnya gmna? apakah hanya datang saja kesana lalu akan dijelaskan dsana atau bagaimana?

Comments are closed.