Pembebasan Tanah Belum Rampung 100 Persen, Tol Antasari-Depok Molor Beroperasi

SURABAYAONLINE.CO, JAKARTA – Pembangunan Tol Depok-Antasari belum juga rampung. Meski sudah setahun sejak PT Citra Waspphutowa mencanangkan tol tersebut, hingga kini baru 25 persen konstruksinya.

Padahal, tol ini seharusnya sudah beroperasi pada akhir 2015. Masalah utama molornya pembangunan Tol Depok-Antasari adalah karena pengadaan tanah yang terganjal.

“Tanah sudah bebas 90 persen. Memang belum semuanya, masih 10 persen lagi. Ini menyulitkan. Kita berharap segera dibebaskan oleh pemerintah,” ujar Direktur Utama PT Citra Waspphutowa Tri Agus Riyanto, di lokasi proyek, Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (4/2/2016).

Kesulitan PT Citra Waspphutowa untuk membangun jalan tol ini, disebabkan 10 persen lahan yang belum bebas. Lokasinya pun terpecah-pecah.

Selama setahun terakhir, konsorsium ini baru mampu membangun 25 persen karena bekerja secara parsial di lahan yang sudah bebas.

Tri menuturkan, idealnya setelah tanah bebas, dalam 18 bulan pengerjaan konstruksi sudah selesai. Hal tersebut terbukti dari pengerjaan Tol Cikampek-Palimanan (Cipali) dan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang).

“Kalau bisa bebas lahannya pada Maret atau bulan depan, konstruksi bisa selesai Desember 2016. Tetapi, yang jadi masalah kita harus menunggu pengadaan tanah,” sebut Tri.

Tol ini akan menghubungkan tiga kota sekaligus, yaitu Jakarta, Depok, dan Bogor. Tol sepanjang 21 kilometer ini akan terkoneksi JORR ll dengan titik temu di Krukut yang merupakan bagian dari 8 radial tol di Jakarta.

PT Citra Waspphutowa merupakan perusahaan konsorsium yang terdiri dari empat pemegang saham. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) sebagai operator jalan tol swasta nasional terbesar mempunyai porsi saham sebesar 62,5 persen.

Sedangkan, PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, dan PT Pembangunan perumahan (Persero) Tbk dengan porsi kepemilikan saham masing-masing 12,5 persen. (kompas)