2017 Pemerintah Bangun Bandara Migas di Bojonegoro

SURABAYAONLINE.CO, SURABAYA- Besarnya potensi minyak dan gas yang dimiliki Kabupaten Bojonegoro, Pemprov Jawa Timur berencana membangun bandara khusus migas di kabupaten yang dijuluki Bumi Angling Dharma itu. Rencananya, realisasi pembangunan fisik bandara tersebut dimulai tahun 2017 mendatang.

Kepala Bagian Pelaksanaan Pembangunan Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Jatim, Anwari, Rabu (27/1) mengatakan, saat ini Pemkab Bojonegoro telah menyiapkan lahan seluas 195 hektare untuk pembangunan bandara.

Saat ini tim tengah melakukan kajian untuk mekanisme pendirian mulai pembebasan lahan maupun pengelolaannya. Rencananya bandara khusus migas tersebut akan dibangun di Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Sengaja bandara tersebut ditempatkan di Bojonegoro karena di kabupaten tersebut terdapat kawasan migas yang dikelola beberapa perusahaan migas di Indonesia. Bandara khusus migas itu nantinya akan difungsikan untuk khusus pengiriman migas ke tempat tujuan.

Sebagai langkah awal saat ini telah dibentuk tim dari berbagai unsur. Tim tersebut diantaranya tim penyiapan pengadaan tanah dari Pemprov, BPN, Bappeda, Dinas Kehutanan, dan tim teknis lain sesuai bidang pembangunan.

Berdasarkan dokumen perencanaan yang disampaikan Pemkab Bojongoro, pengadaan lahan untuk bandara khusus Migas akan dilakukan selama tiga tahun, mulai 2016 hingga 2018.

Bupati Bojonegoro, Suyoto mengatakan, bandara migas tersebut dinilai sebagai kebutuhan infrastruktur penting, mengingat saat ini ada lima wilayah kerja pertambangan (WKP) di Bojonegoro, dan juga sebagai penunjang saran transportasi tenaga migas, peralatan, dan antisipasi kondisi bahaya, agar tidak selalu mengandalkan bandara Juanda atau Iswahyudi Madiun.

Bandara di Bojonegoro nantinya tidak hanya beroperasi untuk urusan migas, tetapi juga dioperasikan untuk bandara komersial karena potensi penumpangnya cukup besar, seperti dari Tuban, Lamongan, dan Bojonegoro.

Dari 195 hektare lahan yang disediakan untuk bandara migas di Kecamatan Dander, 175 hektare merupakan lahan milik Perhutani dan 21 hektare sisanya lahan milik warga.

Perencanaan pembangunan bandara ini sesuai dokumen dimulai dari pengadaan lahan dilakukan selama tiga tahun, mulai 2016 hingga 2018. Pembangunan fisiknya dilakukan selama empat tahun, sejak 2017 dan diharapkan tahun 2020 sudah mulai beroperasi.(kominfojatim)