Mari Waspada, Banjir Bandang Mengancam Mataram

SURABAYAONLINE.CO, MATARAM – Sebagian wilayah NTB sudah diguyur hujan terus menerus selama beberapa hari terakhir. Ini menjadi pertanda baik, berakhirnya musibah kemarau panjang tahun ini. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mengingatkan, serentetan jenis bencana lainnya sudah menanti di musim penghujan kali ini.

“Memasuki musim hujan, kita juga harus siap-siap dengan berbagai bencana yang mengikutinya,” kata Kepala BPBD NTB H Azhar seperti diberitakan lombokpost.net.

Dari hasil pemetaan wilayah, masuknya musim penghujan dikhawatirkan akan menyebabkan beberapa daerah terancam musibah seperti tanah longsor, luapan air, hingga banjir bandang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bahwa musibah banjir bandang untuk tahun ini lebih besar dari sebelumnya.

“Ada potensi banjir bandang di beberapa kabupaten/kota,” jelasnya.

Salah satunya, kata Azhar, di wilayah aliran sungai Kokok Putih di kaki Gunung Rinjani. Khususnya, menyusul erupsi dari Gunung Baru Jari maka bisa memicu peningkatan debit air sungai setempat, karena Danau Segara Anak sudah menampung material erupsi yang menyebabkan peningkatan debit permukaan air.

“Kondisi ini bisa semakin diperparah ketika terjadi hujan terus menerus,” ucapnya.

Tidak hanya di Lombok, lanjutnya, banjir bandang juga masih bakal menjadi ancaman di Kabupaten Bima maupun Kabupaten Dompu. Tidak menutup kemungkinan musibah banjir bandang akhir tahun 2014 dan awal tahun 2015 silam, bakal kembali terulang. Apalagi, mengingat kasus kebakaran hutan pada tahun ini terbilang cukup tinggi.

“Dompu salah satu yang kita antisipasi. Daerah itu sudah sukses panen jagung tapi sekarang justru deg-degan karena ancaman banjir bandang. Pasalnya, gunung di sana sudah banyak dialihfunsgikan sebagai lahan jagung sehingga daya serapan airnya berkurang,” jelas Azhar.

Berkaca pada Januari tahun 2015, banjir bandang sudah menggenangi setidaknya 1.141 rumah penduduk di Dompu, 11 di antaranya mengalami rusak berat.

“Selain itu, delapam fasilitas umum mengalami kerusakan dan merendam sedikitnya 17 titik daerah persawahan,” sebutnya.

Selain banjir bandang, ancaman longsor juga mengintai beberapa titik. Beberapa titik yang terbilang rawan yakni, Sambelia, sembalun, pusuk, dan sekotong.

“Patroli akan ditingkatkan di titik-titik yang rawan longsor,” katanya.

Terakhir, datangnya musim hujan juga sebaiknya diantisipasi oleh masyarakat perkotaan. Musibah yang umumnya terjadi yakni luapan air. BPBD NTB pun mengimbau masyarakat mulai melakukan giat gotong royong untuk bersih-bersih kali dan selokan.

“Kita sudah sosialisasi terus kepada masyarakat,” kata Azhar.

Sayangnya, ia harus mengakui bahwa dalam menghadapi berbagai ancaman bencana tahunan tersebut, sarana prasarana sendiri belum sepenuhnya memadai.

“Beberapa peralatan berat masih terbatas jumlahnya. Untuk itu, BPBD juga tetap berkoordinasi dengan SKPD terkait, seperti halnya Dinas Pekerjaan Umum (PU),” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, musim penghujan baru awal. Namun, petaka sudah menerjang Mataram. Kemarin (21/11/2015), air merendam hampir seluruh perumahan warga RT 04 Lingkungan Karang Parwe Kelurahan Abiantubuh Baru. Banjir setinggi lutut tersebut datang pukul 15.00 Wita. Air tersebut luapan sungai Kali Unus. (*)